SELAMAT TINGGAL - TERE LIYE


 
Penulis                  : Tere Liye
Jumlah Halaman : 360.0 
Tanggal Terbit     : 9 November 2020 
ISBN                       : 9786020647821 
Bahasa                  : Indonesia 
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama 
Berat                    : 0.21 kg 
Lebar                    : 13.5 cm 
Panjang               : 20.0 cm 

SINOPSIS
    Kita tidak sempurna. Kita mungkin punya keburukan, melakukan kesalahan, bahkan berbuat jahat, menyakiti orang lain. Tapi beruntunglah yang mau berubah. Berjanji tidak melakukannya lagi, memperbaiki, dan menebus kesalahan tersebut. Mari tutup masa lalu yang kelam, mari membuka halaman yang baru. Jangan ragu-ragu. Jangan cemas. Tinggalkanlah kebodohan dan ketidakpedulian. “Selamat Tinggal” suka berbohong, “Selamat Tinggal” kecurangan, “Selamat Tinggal” sifat-sifat buruk lainnya. Karena sejatinya, kita tahu persis apakah kita memang benar-benar bahagia, baik, dan jujur. Sungguh “Selamat Tinggal” kepalsuan hidup. Selamat membaca novel ini. Dan jika kamu telah tiba di halaman terakhirnya, merasa novel ini menginspirasimu, maka kabarkan kepada teman, kerabat, keluarga lainnya. Semoga inspirasinya menyebar luas.

Saya beli preorder di Gramedia, dan sampai di rumah sayanya tanggal 12 November 2020)
Dari sinopsisnya ajah udh keren banget masyaAllah, super sekali emang Tere Liye tuh

👍Novel ini cocok buat :
 1. Pecinta industri bajakan (buku, film, musik, barang dll), biar kalian tercubit atau bahkan tertampar
 2. Pejuang skripsi, atau yang soon akan bikin skripsi
 3. Penyuka hiking, mungkin cocok....
 4. Buat kamu yang lagi patah hati, biar sekalian nangis deh baca buku ini :')

Little review of this book:
Buku yang menceritakan Sintong Tinggal, seorang mahasiswa abadi yang berhasil lulus pada tahun ke-enam di Fakultas Sastra di UI (Hehe ketebak dimana soalnya) dengan skripsinya tentang Sutan Pane. Kata tinggal pada namanya itu sangat unik, karena memiliki dua makna yang sangat bertolak belakang walaupun secara literal memiliki tulisan yang sama. Sintong, merupakan pekerja paruh waktu di toko buku bajakan milik pamannya sebagai balas budi karena Sintong sudah dikuliahkan oleh pamanny. Namun ada rasa bersalah yang menggerogoti hati karena menjual buku bajakan sangat merugikan para penulisnya, terlebih karena dia pun seorang penulis yang masih menjunjug tinggi idealisme. Sintong juga suka mendaki, di antara 14 gunung yang pernah didaki; Slamet, Semeru, Arjuno, Sumbing, Merbabu, Lawu, Ceremai, Sindoro, Gede, Baluran, Guntur, Salak, Wilis, dan Gunung Anak Krakatau. Sintong dengan rambut gondrong khasnya juga mahir bermain gitar. Mantul sekali dah Sintong. Dia diceritakan tidak ganteng, tapi saat membacanya akan muncul dibenak seseok wajahyang rupawan dan charming gitu. Penasaran dong sama kisah cintanya? Apalagi kisahnya yang berkahir seperti apa? Yuuk cuuuus beli buku atau ebook original yah gais!

Sutan Pane?
Penulis yang tiba tiba menghilang dari dunia kepenulisan, ialah Sutan Pane (Menulis dari 1950-1965 sebelum menghilang). Salah seorang penulis besar multigenre yang terlupakan. Surtan pane adalah penulis netral, berani, dengan prinsip-prinsip terbaik. Tulisan-tulisan yang dibuatnya tajam, penuh inspirasi danpemikirannya menarik. Sutan Pane sangat peduli terhadap isu-isu kebangsaan.

Some quotes from this book:
  • "Penulis harus menyampaikan apa yang harus dibaca banyak orang, bukan yang diinginkan orang banyak."
  • "Saya juga takut, tapi rasa ingin tahu saya mengalahkan rasa takut saya"
  • "Aku juga sering takut menulis, tapi lebih takut lagi jika tidak bersuara. Harus ada yang menyampaikan prinsip-prinsip kebaikan"
  • "Aku juga berkali kali gemetar saat mengetikan tulisan, gentar sekali. Tapi aku lebih takut jika keadlian itu tidak disampaikan. Maka biarlah aku mengetikannya, menyampaikan suara-suara yang diam."
  • "Sungguh menyedihkan menyaksikan ketika cinta pertama kita ternyata tertolak, karena orang yang kita cintai, telah memiliki cinta pertamanya lebih dulu."
  • "Penerbit-penerbit sekarang, sebagian besar hanyalah kapitalis gaya baru. Mereka menikmati keuntungan besar dari menerbitkan buku, tapi hanya memberikan sedikit sekali untuk mengembangkan dunia literasi. Mereka hanya tertarik dengan angka-angka. Bukan literasi itu sendiri."
  • "Bagiku, pena adalah kekuasaan. Saat tulisan kita dibaca banyak orang, mengubah banyak hal, itulah kekuasaan yang sesungguhnya.
  • "Kamu juga pasti bisa. Suatu hari nanti kamu bisa memulai perubahan hidupmu, keluargamu dan juga orang-orang disekitarmu."

Some moral story from this book are:
1. GABOLE BELI BARANG BAJAKAN. Buku misalnya, karena kita gatau kan gimana nasib penulis2 yg bukunya dibajak itu, mereka capek2 berkarya tp tinggal di copy paste begitu ajah dan diperbanyak pula. Tidak menghargai sesama manusia itu namanya. Atau barang branded lain, makanya yuk kalau mau punya barang original harus sesuaikan sama budget yang dimiliki ya.
2. Kata siapa skripsi susah? Kalau dikerjakan pasti akan selesai, apalagi dikerjakan dengan hati yg ikhlas dan senang
3. Gaboleh terlalu baper deh sama orang yang kita kagumin, coba telaah lagi perasaan kita! Jangan-jangan itu semua cuman rasa kagum yang diimplementasikan dengan perasaan suka
4. Harus berani speak up, kalau dirasa kita gabisa mengubah tatanan yang udh carut marut setidaknya kita berani untuk memutuskan untuk keluar dari lingkungan itu, dan berani mengungkapkan atau menuliskan kepada dunia, bahwa kondisi tersebut tuh tidak baik
5. Lebih peduli lagi sama teman yang dulunya dekat tp sekarang menjauh, siapa tau dia butuh bantuan tapi malu untuk mengungkapkan. Karena gasemua yang kelihatan sempurna itu sesempurna kelihatannya, pasti ada sisi kehidupan yang dia gasuka. Tapi, kita semua tetap harus bersyukur dengan apapun keadaan kita yang sekarang ya. 
6. Do the best as you can, for any situation


Komentar

Postingan Populer